Panduan Resusitasi Jantung Paru (RJP) Yang Perlu Diketahui Masyarakat Umum

Mas Tofan – Resusitasi Jantung Paru atau yang lebih dikenal dengan istilah RJP merupakan salah satu bantuan hidup dasar yang bertujuan untuk mencegah berhentinya sirkulasi dan/atau pernapasan serta memberikan bantuan eksternal terhadap ventilasi dan sirkulasi akibat terjadinya henti jantung dan/atau henti napas.

sekitar 75-85 % orang yang mengalami henti jantung dan henti napas terjadi di rumah dan di area umum, sehingga pertolongan pertama sangatlah perlu untuk di lakukan. pada keadaan ini satu-satunya cara untuk menolong si korban adalah dengan melakukan RJP sebab jika tidak dilakukan maka dapat di pastikan bahwa hanya dalam hitungan 3 sampai 8 menit saja si korban dapat mengalami kematian akibat suplai oksigen ke otak tidak ada.

Dari keadaan inilah masyarakat umum juga perlu untuk mengetahui bagaimana prosedur yang tepat dalam melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) ini, sebab pasien henti jantung yang di bawah kerumah sakit yang tidak di berikan RJP, 95 % akan meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

Dalam melakukan RJP, seseorang disarankan sudah mengikuti pelatihan, namun bukan berarti masyarakat tidak bisa melakukan tindakan ini untuk menolong orang yang ditemui akibat belum mempunyai sertifikat pelatihan. hal ini dapat kita lakukan apabila di tempat kejadian tidak ada orang yang pernah mengikuti pelatihan dan orang yang lebih tahu tentang prosedur RJP ini.

5 Langkah Resesitasi Jantung Paru (RJP)

Berikut 5 langkah – langkah Resesitasi Jantung Paru yang perlu untuk kita ketahui bersama yang lebih dikenal dengan istilah D-R-C-A-B, yakni :

Danger

Merupakan langkah pertama dan sangat penting yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tindakan RJP dimana kita harus memperhatikan keamanan terlebih dahulu. disini kita kenal dengan istilah 3 Aman yakni aman penolong, aman pasien dan aman lingkungan.

Respons

Setelah kita yakin bahwa penolong, korban dan lingkungan sudah aman, maka langkah selanjutnya adalah dengan menilai respon si korban yaitu dengan cara menepuk bahu si korban sambil mengatakan “Bangun pak/ibu! atau “Buka mata pak/bu“!. jika tidak ada respon maka minta pertolongan dengan berteriak “Tolong, ada orang tidak sadar” disini kita harus hati-hati dengan kemungkinan adanya trauma pada leher.

Circulation, Airway and Breathing

langkah selanjutnya yakni dengan mengecek nadi karotis yang terletak 2-3 cm di samping trackea atau jakun dan cek pernapasan korban, ini dilakukan kurang dari 10 detik. jika ditemukan tidak ada denyut nadi maka mulai lakukan 30 kompresi dan 2 ventilasi sebanyak 5 siklus dalam 2 menit. caranya yaitu dengan meletakkan tumit tangan pada pertengahan dada korban yang sejajar dengan ketiak dimana kedua telapak tangan ditumpuk, tekan dada korban dengan kedalam 5-6 cm pada orang dewasa kemudian lepaskan, lakukan sebanyak 30 kali.

setelah itu berikan napas buatan sebanyak 2 kali tetapi sebelum itu buka jalan napas korban dengan sedikit mendongakkan sedikit kepalanya agar jalan napas bisa lebar. Ulangi langkah-langkah tersebut sebanyak 5 siklus, kemudian evaluasi. jika nadi sudah ada dan pernapasan masih kurang, maka berikan kembali napas buatan sebanyak 1 x tiap 6 detik selama 2 menit. kemudian evaluasi kembali.

Apabila nadi dan pernapasan korban sudah kembali normal maka posisi pasien diubah ke posisi miring atau dikenal istilah posisi sisi mantap, agar jalan napas pasien tetap terbuka dan tidak terjadi sumbatan hingga petugas kesehatan datang.

catatan : jika korban yang akan kita tolong adalah orang yang kita tidak kenal maka jangan melakukan ventilasi atau napas buatan karena dapat terjadi penularan penyakit infeksi jika korban mempunyai riwayat penyakit menular sehingga yang perlu dilakukan hanya dengan melakukan penekanan pada daerah dada kurang lebih 100-120 x.menit sampai petugas datang. tetapi jika korban yang akan kita tolong kita kenal baik misalkan keluarga, teman dan kerabat yang tidak memiliki riwayat penyakit menular, maka pemberian napas buatan dapat dilakukan.

sejauh ini masyarakat sering takut untuk melakukan tindakan ini karena alasan tidak mengetahui caranya dan takut terjadinya penularan penyakit serta takut karena tidak memiliki kompetensi tentang RJP ini. tatapi mudah-mudahan melalui artikel ini seseorang dapat sadar bahwa sebenarnya hal-hal semudah ini akan sangat membantu bagi orang lain dan bahwa dapat menolong nyawa seseorang.

Demikianlah sedikit Panduan Resusitasi Jantung Paru (RJP) Yang Perlu Diketahui Oleh Masyarakat Umum yang saya bagikan, semoga dapat bermanfaat untuk kamu. Jika artikel ini bermanfaat, silahkan dibagikan kepada teman dan keluarga agar sama-sama merasakan manfaatnya, Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *